Program Studi D3 Seni Kuliner Politeknik Nest kembali menunjukkan kreativitas dalam metode pembelajarannya. Dalam rangka Ujian Tengah Semester (UTS) pada semester ini, mahasiswa tidak hanya duduk di ruang ujian menjawab soal, tetapi justru dihadapkan pada tantangan langsung di dapur dalam kegiatan bertajuk “Mystery Box Challenge”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 dan 22 Mei 2025 di Laboratorium Kitchen Seni Kuliner Politeknik Nest.
Dalam challenge ini, mahasiswa diminta untuk mengolah bahan masakan yang sebelumnya dirahasiakan. Mereka baru mengetahui isi “mystery box” sesaat sebelum memasak dimulai, sehingga mereka dituntut untuk langsung berpikir cepat, kreatif, dan terampil memadukan bahan yang tersedia menjadi sajian bercita rasa tinggi dengan tampilan menarik. Tantangan ini tidak hanya menguji kemampuan teknis memasak, tetapi juga cara berpikir, manajemen waktu, pemahaman gizi, serta kemampuan penyajian.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PBL) yang mengintegrasikan sejumlah mata kuliah sekaligus, antara lain Gastronomi, Fusion Food, Continental Food, Healthy Food and Nutrition, dan Tata Hidang. Proses pembelajaran ini didampingi oleh dosen pengampu yang terdiri dari Annisa Noor Rachmawati, S.T.Pn., M.Si. selaku penanggung jawab kegiatan, serta Safira, S.TP., MP dan Farah Kurnia Mariestu, S.Gz., M.Gz. Tak hanya dosen, para praktisi kuliner profesional juga turut hadir untuk membimbing dan menilai mahasiswa secara langsung, yakni Chef Aulia Firmansyar, S.ST.Par., M.Par., Chef Anggita Risa Budiarti, S.Tr.Par., M.Par., dan Chef S. Candra Purnama, S.M.
Annisa Noor Rachmawati, selaku dosen PIC kegiatan, menyampaikan bahwa model ini dipilih karena dunia industri menuntut lulusan yang tidak hanya cakap secara teori, tetapi juga mampu menghadapi tekanan nyata di dapur profesional. “Kami ingin mahasiswa merasakan langsung atmosfer kerja di industri kuliner sesungguhnya. Dengan tantangan seperti ini, mereka belajar mengambil keputusan cepat, berinovasi dengan rasa, dan tetap menjaga estetika penyajian,” ujarnya.
Slamet Kurniawan Fahrurozi, S.Pd., M.Pd., Wakil Direktur 1 Bidang Akademik Politeknik Nest, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah langkah nyata pendidikan vokasi dalam menyiapkan mahasiswa agar benar-benar siap kerja. “Mahasiswa tidak cukup hanya belajar teori. Mereka perlu mengalami situasi nyata, tekanan waktu, dan proses berpikir cepat seperti di industri. Ini bentuk nyata vokasi: belajar sambil berkarya dan mengasah keterampilan secara langsung,” jelasnya.
Melalui kegiatan seperti “Mystery Box Challenge”, Politeknik Nest menunjukkan keseriusannya dalam memberikan pendidikan vokasi yang relevan, menantang, dan penuh pengalaman. Bagi calon mahasiswa baru yang ingin meraih karier profesional di dunia kuliner, Politeknik Nest adalah tempat terbaik untuk memulai perjalanan tersebut.



